Translate

Kamis, 23 April 2015

Susi Air – “Kopaja Langit” di Tanah Papua

24 Nov
Mengenal Susi Air – “Kopaja Langit” di Tanah Papua
Mengenal Susi Air – Salah Satu Penerbangan Perintis di Papua Asuhan Susi Pudjiastuti
Susi Air – One of Flight Pioneer in Papua
MansarPost – Sobat pembaca setia,, tahu yang namanya Susi Air nga…?? Akhir-akhir ini lumayan sering dibahas oleh berbagai media seiring dengan dilantiknya Ibu Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan tahun kabinet 2014-2019… Yuuup,, Susi Air adalah salah perusahaan penerbangan perintis yang sering mansarpost lihat saat mansarpost masih bertugas di Papua dahulu,, jauh-jauh sebelum ibu Susi mulai terkenal seperti sekarang ini…
Mansarpost masih ingat betul,, ketika dua kabupaten dipisahkan oleh hutan hujan yang jaraknya ratusan kilometer,, hanya bisa ditempuh dengan kendaraan offroad 4WD selama kurang lebih 8-10 jam jika kondisi lancar,, maka di saat itu pula Susi Air datang memberikan angin segar bagi mereka yang tidak punya banyak waktu luang…
image
Penampakan diatas adalah penampakan armada Susi Air pada tahun 2010 lalu,, saat itu mansarpost hanya mengantar atasan seusai bertugas di Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat… Pesawat tersebut daya tampungnya terbatas,, sekitar 12 orang kalo nga salah,, itupun berat badan penumpang dibatasi, klo terlalu berat nga boleh naik… Jadwalnya hanya 2 kali seminggu pada saat itu, makanya selalu penuh…
Pesawat dengan daya tampung sebanyak 12 orang tersebut,, disana kami menyebutnya sebagai “Kopaja Langit”,, sedangkan untuk pesawat yang lebih kecil lagi sekitar 5 orang penumpang kami menyebutnya sebagai “Taksi Langit”… Ohh ya,, harga tiket antar kabupaten saat itu sekitar 1,5jt-an lumayan menguras kantong,, saingannya adalah mobil offroad yang bisa menampung 6 orang untuk kap tertutup,, untuk kap terbuka/losbak cukup untuk menampung 10 orang dengan harga sewa sebesar 5juta/mobil…
Itulah kiranya yang mansarpost tahu tentang Susi [Kopaja Langit] Air,, semoga bisa menghubungkan daerah-daerah terpencil di Papua sana…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar